Integrasikan Teori dan Praktik, Mahasiswa FUAD UIN Datokarama Palu Ikuti MBKM di Dua Lembaga Perpustakaan
Palu (FUAD UINDK)- Sebanyak delapan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) Universitas Islam Negeri Datokarama Palu mengikuti kegiatan pembekalan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan pada Selasa (10/2) di Ruang Borang Lantai 3 FUAD.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD, Dr. H. Sidik, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program MBKM menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperkaya pengalaman praktik di lapangan.
“Melalui program MBKM ini, mahasiswa dapat belajar langsung di tengah masyarakat, lembaga, maupun instansi mitra. Ini menjadi bentuk penguatan pengalaman nyata yang relevan dengan bidang keilmuan sekaligus nilai keislaman,” ujarnya.
Program magang pada instansi mitra dijadwalkan berlangsung mulai 3 Maret hingga 1 Juli 2026, dengan durasi kurang lebih empat bulan. Kegiatan tersebut setara dengan 20 SKS atau satu semester perkuliahan dan diperuntukkan bagi mahasiswa semester enam.
Adapun dua instansi rekanan dalam pelaksanaan MBKM tahun ini yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu yang diikuti oleh empat mahasiswa serta UPA Perpustakaan Universitas Tadulako yang diikuti oleh empat mahasiswa.
Melalui program ini, mahasiswa FUAD diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja, sekaligus memperkuat kapasitas profesional serta membangun karakter akademik yang unggul dan humanis.
Pembukaan pembekalan turut dihadiri para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan Sejarah dan Ilmu Perpustakaan, serta Koordinator Program Studi IPII.
Ketua Jurusan Sejarah dan Ilmu Perpustakaan, Dr. Hj. Surni Kadir, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program MBKM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi lulusan, khususnya dalam bidang pengelolaan informasi dan perpustakaan yang semakin dinamis di era digital.
Salah satu peserta, Aulia Ramadani, mengaku program MBKM sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan magang mampu melatih keterampilan dalam mengelola perpustakaan, memperluas relasi, serta menambah pengalaman yang dapat diimplementasikan di dunia kerja.
“Selain mendapatkan pengalaman belajar secara langsung, kami juga bisa membangun relasi dengan pustakawan profesional dan memperoleh ilmu yang belum pernah kami dapatkan di kelas. Ilmu tersebut nantinya dapat kami terapkan di kampus maupun saat bekerja,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Syariv Avrizal Timbang. Ia menilai program MBKM menjadi sarana pembelajaran yang penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
“Program ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi, karena bisa menjadi bekal belajar untuk menghadapi dunia pekerjaan nantinya,” ujarnya.
(Humas FUAD)
0 Comments